Perempuan hebat itu telah Pergi……

By September 28th, 2016

Hari ini Genap 40 hari engkau pergi Ema’ sosok perempuan yang kukenal tidak ada keluh, peluh dan tidak ada kenal menyerah. Engkau ajarkan kami untuk menantang dunia di saat nasib tidak berpihak, di saat jaman tidak mendengar jeritan kelaparan dan dahaga. Teringat betul saat 7 saudara di tinggal takdir oleh orang yang menjadi tulang pungung kami. Yah tahun 1982, kami tersentak dan kaget, kemana kami akan mencari sandaran. Namun engkau dengan gagah berani melawan takdir dan terus membisikan semangat untuk terus mengobarkan perjuangan hidup. Saat itu engkau mulai membangun asa dan menata seorang diri.

Perlahan tapi pasti kau terus berjuang dan tengadahkan tangan di malam hari untuk membuka pintu-pintu keberkahan langit. Tidak ada kata putus asa itu yang engkau ajarkan Ema’ terus melangkah dan berdiri tegak mengukir guratan hidup yang terus berubah.

Bertahun-tahun engkau terus melangkah, yah seorang diri,…sosok perempuan yang pemberani,…saat itu tidak kata pekikan perlawanan seperti yang di ajarkan kaum feminis. Engkau tunjukkan bahwa perempuan itu hebat…berani mengukir detak urat nadi dunia. Engkau tak belajar tentang teori kritis, tapi kau gugat nasib yang terus tidak berpihak karena kapitalisme dunia. Terus melangkah……

Sampai akhirnya, kami tumbuh besar, Ema,…saat itu, kekhawatiran mulai tergurat dalam wajah-wajah kami,….ke khawatiran akan rasa kehilangan,..akan ketiadaan, akan ke hampaan. Yah hampa dengan sosok hadirmu.

Saat lebaran kemarin, tidak terasa  rasa kehilangan itu semakin membucah ada pesan-pesan yang tak biasanya, saat kita bersama memasak opor …ku temani sampai menjelang subuh tak terasa kekhawatiran itu semakin dekat. Takut kehilangan engkau Ema’, ada detak yang tak terasa, saat sehabis sholat Id ada wajah kelelahan yang tak biasanya engkau perlihatkan pada kami…ah sungguh itu tanda yang tak terasa sebagai pesan terakhirmu.

Akhirnya apa yang kami khawatirkan selama ini menjadi sinyal kejelasaan, saat itu baru saja ku selesaikan misi suci tahap pertama tentang catatan perempuan-perempuan hebat dari goresan proposal disertasi….ternyata engkau mengasihkan tanda salam perpisahan. Sebelum hari itu tiba,…saat engkau akan hadirkan jiwa dengan lantunan ayat-ayat suci menjelang Ashar, engkau telah mendekati gerbang berakhrinya dunia. Hari yang menghentakan saat ku lepas dirimu dengan ayat-ayat suci menjelang subuh dirimu berpamit akan berjumpa dengan sang Keabadian. Nafas terakhirmu engkau hembuskan.

Selamat jalan Ema’ kami rindu sungguh sangat rindu akan hadirmu, sosok perempuan hebat yang mengukir dalam jiwa kami. Tenanglah dalam tidur panjangmu akan kuselesaikan misi suciku sebagai persembahan terbaik dari anakmu.

Kami yang selalu merindukanmu, Ema,  engkau selalu ada di hatiku……Alfatihah

Kaki Gunung Slamet, 28 September 2016

This entry was posted on Wednesday, September 28th, 2016 at 8:39 pm and is filed under Pengumuman. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.