Selamat Jalan “Guru Ngajiku”

By August 22nd, 2013

“Lebaran” tahun ini tidak terasa menjadi hal yang berbeda, saat sosok pria tua baya itu telah pergi untuk selamanya. Pergi  sebagai suatu kewajiban ataukah sebagai keharusan pada diri yang fana. Jelas tergambar di bayangku saat pertama kali ku mengenal huruf-huruf hijaiyah yang merangkai kata menjadi lantunan kata yang penuh makna. Begitu sabar lelaki paruh baya itu mengajariku dan teman-temanku saat itu, di terang bulan saat kita belum mengenal apa-apa, hanya keinginan untuk  tahu “sesuatu” dan memang menjadi keharusan bagi anak-anak kecil seusiaku, sejak usia 10 tahun dimana teman-teman yang lain bercengkrama dengan asyiknya dunia dan ramahnya alam. Kita bersua untuk menyapa kalam-kalam Illahi yang tahu pasti apakah aku dan teman-temanku saat itu bisa mengerti ataupun hanya sekedar membaca ayat-ayat itu untuk bekal di hari nanti.

Tidak terasa di saat berpuluh tahun berlalu, setiap tahun di saat hari yang indah bersama teman-temanku, ke berjumpa sekedar melepas kerinduan sosok kebapakan yang tak mungkin kita lupakan. sudah sekian lama lelaki tua itu tak berdaya dari kondisi fisiknya karena sakit itu. Yah, walaupun dalam kepayahan saat kami bertemu masih mengenaliku……, murid yang tidak akan pernah melupakan jasamu wahai guruku.

sudah lama engkau pergi, Februari tahun 2013, tapi baru aku tahu di saat aku berniat  mengunjungimu di saat hari yang fitri. Tidak terasa engkau telah pergi selamanya setelah sekian bulan lamanya baru ku tahu……., selamat jalan guruku, semoga khusnul khotimah

This entry was posted on Thursday, August 22nd, 2013 at 11:19 am and is filed under Pengumuman. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.