Ajang Award-Award-an Di Televisi

By March 8th, 2011

Perkembangan media televisi sebagai media pencerahan dan hiburan semakin dirasakan oleh masyarakat. Telivisi dianggap sebagai media transformasi dan perubahan yang paling efektif di era sekarang ini. Korelasi ini seiring dengan media televisi yang setiap saat hadir di tengah kehidupan masyarakat, tidak hanya di tiap rumah, bahkan sudah sampai di tiap kamar. Siaran televisi juga hadir di setiap kejadian atau peristiwa kehidupan dari pagi sampai pagi yang lain datang kembali. Media telivisi seolah bagian kehidupan yang tak terpisahkan dari kehidupan dewasa ini.

Kenyataan ini berkembang setelah menjamurnya media telivisi swasta di awal tahun 1990-an, serta di dukung berbagai pilihan tayangan yang menyajikan beragam segmen dan kebutuhan. Tidaklah mengherankan apabila media televisi saat ini menjadi media yang cukup berpengaruh dalamkehidupan, perubahan prilaku dan standarisasi etika moralitas digantikan oleh siaran telivisi yang hadir setiap saat. Seharusnya media telivisi mampu memberikan suatu pencerahan dengan tayangna-tayangan yang mendidik dan menghibur.

Namun apa yang terjadi, kepentingan profit dan rating menjadi prioritas setiap stasiun televisi. Dari stasiun yang memiliki segemen menengah ke atas, samapai stasiun teleivisi yang memiliki segemen pinggiran. Semuanya berlomba untuk mendapatkan pasar, berbagai program dan content media teleivisi tidak lagi memperhatikan berbagai kepentingan yang didasarkan pada perubahan yang posistif. Melainkan berbagai kepentingan profit telah menjadi acauan mendasar, sehingga tidak heran apabila media telivisi saat ini lebih mengutamakan siaran yang memiliki rating dan rating. Sajianyapun pada akhirnya yang terlihat seperti sekarang ini, ekploitasi kekerasan, kemarahan, amoral dan kekerasan yang dibungkus dengan halusinasi agama menjadi hiasan siaran televisi sekarang.

Tidak dipungkiri hadirnya berbagai siaran televisi telah merubah cara pandang masyarakat Indonesia saat ini, berpikir lebih terbuka maju, dan inovatif. Inilah yang seharusnya dikembangkan, bukan lagi menyiarkan Sinetron yang menyajikan kehidupan alam ghaib dengan artis-artis yang menjanjikan keelokan harta dan kekayaan. Serta hiburan yang tidaklah mendidik bagi perkembangan masyarakat saat ini.

Siaran provokasi, hiburan yang berlebihan, dan berbagai acara live yang tidak mendidik dengan busana yang tidak mencerminkan budaya yang menghargai humanisme dan keluruhan adat istiadat haruslah di tinggalkan. Rupanya semangat ini selalu bertentangan dengan semangat profit dan profit. Haruskan masarakat di pertontonkan dengan tayanga-tayangan yang tidak sesuai dengan realita kehidupan, Sinetron mimpi, show yang sebenarnya basi tapi dibungkus dengan para bidadari yang begitu meninabobokan kehidupan.

Kembalikan media televisi sebagai media yang seharusnya menjadi agen perubahan kearah kedewasaan dan perbaikan masyarakat yang semakin bermoral tidak sebaliknya, media teleivisi hanya sebagai alat untuk merusak kehidupan karena kepentingan kapitalisme. Tidak lagi ada unsur pendidikan, kesederahanaan dan hiburan yangmendidik.

Sudah saatnya ajang penghargaan itu diberikan kepada program-program yang tepat dan memberikan perubahan yang signifikan. Salah satu contohnya adalah Panasonic Award sebagai penghargaan bergensi bagaimedia televisi seharusnya mampu memberikan kontibusi yang positif bagi perkembangan media telivisi. Jangan sampai hanya karena polingg sms dan banyak suara tetapi hasilnya tidak lagi memperhatikan dimensi kualitas dan sosial kemasyarakatan.

Sekiranya ajang Panasonic Award memberikan kontribusi  bagi siaran televisi yang mendidik. penuh muatan moral dan menghargai perbedaan. Stop siaran yang hanya meprovakasi, tidak mendidik, menyudutkan bahkan membuat situasi menjadi kacau….

This entry was posted on Tuesday, March 8th, 2011 at 9:23 pm and is filed under Pengumuman. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.