“Polisi Tidur” Masih Perlukah

By May 22nd, 2010

Polisi tidur istilah ini begitu populer akhir-akhir ini, di perumahan, jalan-jalan kampung bahkan sekarang jalan-jalan yang dikatakan sebagai jalan kabupaten telah dipasang atau dibuat polisi tidur. Sebenarnya atas alasan apa polisi tidur ini di buat sehingga masyarakat sekarang ini begitu mudah membuatnya, bahkan di sebuah perkotaan polisi tidur ini sempat diributkan karena keberdaannya yang dianggap menggangu para pengendara atau pengguna jalan. Tidak bisa dibayangkan saat kendaaran sedang melaju dengan cepat namun dikejutkan dengan polisi tidur, pengendara tersebut hanya bisa mememndam dalam hati “rasa kejengkelennya”. Namun alasan yang membuatnya ini demi menjaga keselematan warga atau masyarakat sekitar karena sudah sering terjadi kejadian yang menimbulkan korban jiwa. Intinya antara pembuat dan pengguna polisi tidur  itu sama-sama mimiliki alasan yang berbeda untuk pembenaran terhadap sikap dan tindaknnya.

Namun sebenarnya dibalik itu ada fenomena yang perlu dicermati, tidak sekedar pembuat dan pengguna polisi tidurnya yang sama-sama memiliki klaim kebenaran. Apakah wajar apabila jalan kabupaten di pasangi polisi tidur dengan posisi yang tinggi, apakah salah jika warga memasang polisi tidur untuk memasang polisi tidur demi keselamatan warga sekitar. Ini tidak ada titik temunya, sama-sama dengan versi kebenaranya.

Jelas sebagai pengguna merasa terganggu dengan keberadaan polisi tidur yang semakin hari semakin bertambah saja, bisa dibayangkan panjang jalan yang hanya 200 m “polisi tidurnya sampai 9 buah, segi pengguna juga demikian ini lingkungan kita yang harus dilindungi ada anak-anak, yang harus dijaga dari pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki etika dalam berkendara.

Namun yang pasti fenomena ini adalah kegoisan masing-masing yang tidak lagi memiliki “trust” antar sesama warga. Kita tidak lagi saling percaya antar sesama, karena memang kita sudah tidak lagi saling percaya, percaya terhadap pemimpin kita, percaya terhadap pejabat publik kita bahkan tidak percaya pada rakyat kita sendiri. Kita hidup dalam ketidakpercayaan, bagaimana tidak pemimpin yang kita percaya terkadang sering menyengsarakan rakyatnya, pejabat publik yang kita harapkan jadi panutan tidak bisa diharapkan, rakyat yang kita banggakan terkadang tidak bisa dipercaya. Bagaimana kita tidak percaya “orang ngaku miskin kok punya mobil, HPnya ada 5, bahkan masuk rumah sakit dengan menggunakan Jamkesmas. Sakit malah dapat untung….Ini adalah kondisi bangsa kita yang saling tidak percaya.

Wah, nulisnya jadi kemana-mana yah…namun rasa percaya itu penting karana kita hidup ini adalah menjaga kepercayaan, pa yang mau dipegang oleh orang kalau bukan omonganya.

Kembali ke polisi tidur…..rasanya sekarang masyarakat gemar membuat polisi tidur yang mana itu timbul dari rasa ketidak percayaan. Suatu saat nanti jalan propinsi, bahkan jalan negara dikasih polisi tidur…

This entry was posted on Saturday, May 22nd, 2010 at 12:20 pm and is filed under Pengumuman. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.