Manajemen Organisasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

By May 10th, 2010

Pendahuluan

Dewasa ini pembangunan masih menjadi kata kunci untuk mengejar berbagai ketertinggalan di segala bidang. Melalui perubahan terencana inilah berbagai ketimpangan dan kesenjangan terus di lakukan. Komitmen untuk senantiasa melakukan pembangunan ini kembali dikuatkan dalam forum antar bangsa yang pada akhirnya menyepakati MDGs, berbagai target ditetapkan untuk mencapainya. Selain itu di berbagai negara juga telah dikembangkan berbagai konsep pembangunan yang intinya adalah merubah kondisi atau keadaan  yang kurang baik menjadi lebih baik. Pola pembangunan ini pada akhirnya menyepekati bahwa pembangunan yang terpenting adalah comunity development. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik yang pada akhirnya ukuran dan indikator ekonomi dijadikan satu hal yang tidak terbantahkan. Keberhasilan pembangunan apabila ditopang oleh tingkat pertumbuhan dan produtivitas ekonomi, akibatnya ukuran pertumbuhan menjadi satu orientasi bersama yang pada akhirnya mengabaikan aspek lainnya yang sebenarnya itu penting.

Salah satu dampak pembangunan berdimensi pertumbuhan justru telah melahirkan berbagai permasalahan. Aspek  yang tidak diperhatikan adalah bagaimana menjadikan manusia sebagai  sentrum dari pembangunan. Kondisi inilah yang terjadi negara ini, pembangunan yang dimasifkan ternyata telah melahirkan kerapuhan ekonomi sendiri yang pada akhirnya meruntuhkan semua pondasi pembangunan yang sudah dilakukan selama ini. Aspek human sebagai investasi utama di abaikan, hingga pada akhirnya human development index (HDI) selalu tertinggal dengan negara-negara tentangga. Bahkan kita kalah jauh dengan negara Vietnam yang tumbuh pesat di kawasan ASEAN ini.

Aspek lain yang terabaikan adalah kesehatan dan pendidikan, kebutuhan dasar ini menjadi titik rapuh kegagalan pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan dan ekonomi kapitalis. Penilaian berbagai hal yang berdimensi pada human Indoensia selalu tertinggal. Menyadari hal tersebut, berbagai langkah telah dilakukan untuk merubah kodisi yang tidak menyenangkan. Perubahan kesadaran untuk menjadikan pembangunan tidk lagi pada ekonomi dan fisik semata, tetapi bagaimana menjadikan pembangunan adalah tercapainya keberdayaan masyarakat.

Artinya masyarakat selama ini terpinggirkan oleh peran negara yang dominan dalam proses pembangunan, kondisi ini memunculkan pola pemikiran masyarakat Indonesia jauh terbelakang dengan negara lain. Akibat dari kondisi ini adalah masyarakat tidak mampu memberdayakankan dirinya sendiri untuk ikut serta dalam proses pembangunan. Munculnya follower pembangunan melahirkan komunitas yang diam, tidak kreatif dan tidak memiliki inovasi untuk merubah kondisi yang lebih baik. Padahal ini adalah potensi yang mejadi modal yang terbaharui dan tidak pernah habis untuk senantiasa menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Menyadari kondisi demikian pembangunan masyarakat setidaknya menjadi harapan terbaharui untuk melahirkan inovasi dan kreatifitas dalam proses keterbedayaan masyarakat. Inilah modal bagi proses perubahan yang lebih baik. Salah satu cara yang ditempuh  untuk memberdayakan  masyarakat yaitu, melalui Posdaya yang telah dilakukan oleh berbgai perguruan tinggi termasuk di dalamnya adalah Unsoed sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat. Melalui KKN sebagai bentuk sosialisasi dan pembalajaran sosial inilah mahasiswa diajak untuk berbaur dengan masyarakat mengidentifikasi, menginventaris segala potensi dan kemampuan wilayah atau daerah dalam proses pemberdayaan dan pembangunan. Harapan inilah yang nantinya akan terpetakan potensi yang dimiliki oleh wilayah-wilayah ini dan apa ang akan dilakukan dalam pengembangan wilayah tersebut.

Salah satu wilayah yang enjadi obeyek sasaran program Posdaya ini adalah Wilayah Kecamatan Patikraja. Kecamatan Patikraja yang di dalamnya terdapat desa-desa,  sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Banyumas talah menjadi sasaran dari program Posdaya ini. Tentunya ada harapan besar bahwa melalui kegiatan ini akan tercapai sinergisme kecakapan sosial yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah tersebut untuk membentuk jaringan kelembagaan yang akan berperan aktif dalam Posdaya ini yang lebih berdaya guna dan berhasil guna.

Permasalahan

Aspek kelembagaan ini menjadi hal penting untuk menjadi wadah atau proses dinamisator gerak langkah organisasi yang menggerakan berbagai kegiatan dalam rangka mencapai tujuan organisasi ini. Demikian halnya dengan Posdaya tentunnya terdapat lembaga yang dijadikan wadah untuk berbagai aktivitas dalam pencapaian tujuan ini dengan baik. Masalah yang sering dihadapi adalah bagaimana menggerakan organsasi yang baru dalam upaya pencapaian organisasi tersebut. Bagaimana merencanaka, mengorganisir, memimpin dan melaksanakan menjadi kendala utama. Satu hal saja dari aspek manajemen, perencanaan apabila gagal dalam perencanaan, maka yang terjadi adalah kegagalan-kegalan berikutnya. Untuk itu Posdaya yang baru tumbuh ini setidaknya harus memiliki wadah yang kreatif dan berkesinambungan dengan memanfaatkan segala keterbatasan yang ada.

Pembahasan

Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya) merupakan program pemerintah yang berbasis keluarga kelas bawah. Tujuan dari Posdaya penguatan fungsi keluarga secara terarah sehingga mampu mandiri dan mengangkat keluarga miskin lebih sejahtera sehingga lebih eksis di masyarakat pada umumnya.

Posdaya bergerak dalam berbagai kegiatan yang berbasis masjid dan sekolah dengan tujuan peningkatan komitmen, KB kesehatan, Pendidikan dan Pemberdayaan Wirausaha.sehingga mampu memelihara lingkungan secara terpadu. Komitmen ini setidaknya menjadi masalah pokok yang ada dimasyarakat. KB Kesehatan, aspek ini menjadi hal hal terbaikan akhir-akhir ini, munculnya berbagai permasalahan berkaitan dengan fluktuasi demografi, seperti kesadaran kesehatan yang rendah, gizi buruk, penyakit menular dan pola konsumsi makan yang tidak memperhatikan unsur kesehatan. Apabila kondisi ini dibiarkan akan terjadi missing link generation dan melahirkan generasi yang tidak berkualitas. Padahal tingkat kompetisi yang tinggi mengandalkan pada kecapakan SDM menjadi modal dan kekuatan suatu negara.

Demikian halnya dengan pendidikan menjadi salah satu prioritas dan komitmen bersama bahwa pendidikanlah yang nantinya menjadi inspirator terciptanya SDM yang berkualitas. Pendidikan sebagai human investment yang memiliki nilai strategis akan terdorog menjadi hal utama yang perlu di prioritas. Implikasinya adalah keseriusan anggaran dan regulasi yang mendukung terciptanya manusia Indonesia yang cerdas dan bertaqwa melalui pendidikan ini.

Masalah lain yang perlu diprioritaskan adalah aspek pemberdayaan kewirausahaan. Aspek ini semata merubah mental masyarakat yang tercemarkan oleh kebijakan yang sekedar meninabobokan harapan dan keinginan untuk berdaya menjadi masyarakat yang mampu menciptakan peluang dan kesempatan melalui kerja nyata. Menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan menjadi kata kunci kembali memotivasi masyarakat dalam membangun kultur dan mental masyakat yang tidak mau menggantungkan nasib dari program-program charity yang tidak mendidik.

Untuk melaksanakan kegiatan perlu dipersiapkan manajemen pelaksana oleh pemrakarsa atau Tim Penyelenggara yang dibentuk khusus untuk itu. Pilihan organisasi atau manajemen diserahkan pada masing-masing Posdaya. Posdaya perorangan bisa saja manajemennya sangat sederhana dan diatur sendiri oleh pengambil prakarsa Posdaya, atau keluarga yang berkepentingan. Manajemen Posdaya dalam lingkungan masjid bisa diatur oleh suatu Tim yang ditunjuk oleh pengurus masjid yang bersangkutan. Manajemen Posdaya yang dibentuk oleh suatu perusahaan diatur oleh suatu tim yang dikembangkan oleh perusahaan sponsor Posdaya tersebut. Begitu seterusnya. Posdaya sebagai milik masyarakat sebaiknya diatur manajemennya oleh masyarakat yang bersangkutan. Namun demikian, karena kegiatan Posdaya yang selalu berkembang, maka pengelolaan Posdaya, agar bisa berjalan secara teratur, berkelanjutan dan berkembang, sebaiknya diatur dan diselenggarakan oleh suatu Tim Penyelenggara.

Kemudian bagaimana mengelola Posdaya yang sesuai dengan upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan. Perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan manajemen yang harus dijalankannya Hal ini penting keterkaitannya dengan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian dalam organisasi pelaksanan. Sebagaimana dalam Pelaksanaan  dserahkan kepada organisasi Posdaya pemrakasa, maka yang perlu diperhatikan adalah menggerakan organisasi. Sebagaiamana diungkapkan oleh Daft (2003: 6) yang definisikan manajemen sebagai pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perecanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pegendalian sumberdaya organisasi. Terdapat dua ide penting dalam definisi tersebut; 1) keempat fungsi, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian, serta 2) pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif dan efisien.

Manajemen merupakan proses yang terdiri atas fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian kegiatan sumberdaya manusia dan lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efisien. Dalam arti lain dapat dikatakan bahwa manajemen proses yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaann dan pengendalian yang direncanakan harus dilaksanakan dalam struktur organisasi dan gaya kepemimpinan, apa yang dilaksanakan perlu dikendalikan untuk menjamin agar pelaksanaan sesuai dengan rencana (Pangabean, 2004: 13). Berbagai definisi yang telah diuraikan dari berbagai ahli dapat ditarik definisi secara umum pengertian manajemen adalah pengelolaan  suatu pekerjaan  untuk memperoleh hasil dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara menggerakan orang-orang lain untuk bekerja (Herujito, 2006: 1-2).

Berdasarkan pemahaman tersebut sebenarnya manajemen yang berbasis pada pemberdayaan merupakan proses perencanaan, pengorganisasian dan kepemimpinan dan pengendalian lebih mendayagubakan masyarakat. Artinya peningkatan partisipasi masyarakat menjadi proiritas, bangunan jaringan networking antar lembaga Posdaya dan tercapainya trust antar masyarakat dalam upaya memberdayakan di segala aspek kehidupan terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan dan menumbuhkembangkan semangat kewirausahaan.

Kesimpulan

Posdaya menjadi upaya alternatif untuk pembangunan yang dilakukan melalui prioritas KB kesehatan, pendidikan dan kewirausahaan.Untuk menggerakan Posdaya secara dinamis diperlukan manajemen yang berbasis pada pola pemberdayaan. Melibatkan stakeholder, masyarakat untuk berpartisipasi, berhasil guna dan berdaya guna. Terciptanya standar hidup yang pada intinya menjadi human invesment bagi bangsa Idonesia dalam pembangunan berkelanjutan.

Daftar Pustaka

Daft, Richard L. (2003).  Manajemen. Jakarta: Edisi 6 Buku 1 Salemba Empat.

Herujito, Yayat  M. (2006). Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta: Grasindo

Pangabean, Mutiara Sabarani. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bogor: Ghalia Indonesia.


[1] Staf Pengajar Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Disampaikan Pada Tanggal 12 Februari 2010 dalam Rangka Kegiatan KKN Posdaya di Desa Pegalongan Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas.

This entry was posted on Monday, May 10th, 2010 at 11:49 am and is filed under Pengumuman. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.